Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Seperti Air dan Api..
Saat Marahmu aku penyejukmu
Aku Ingin Mencintaimu dengan sederhana
Seperti Hujan Dan Mentari....
Saat Dingin aku menghangatkanmu
Aku Bukan saja ragu saat ini,
Aku hanya ingin mengungkapkan
rasa ku .............
sesederhana hati ini.
menjamahmu aku tak ada keberanian
Semburat merah jingga awan itu
adalah luapan rasa yang aku miliki saat ini
Dapatkah kamu rasa....
Semoga kamu tau....
Saat ini.....
Jumat, 28 Desember 2012
Sabtu, 22 Desember 2012
Asa
Menjulangkan segala rasa Rinduku
Pada titik nadirku
Menyapu peluh
menelaah isi Hati
Pandanganku kabur mengubur waktu
Kerontangnya menjemput
Di bilik waktu yang merapat.
Sebening embun aku tunggu
pada Ujung waktu
Tak kunjung datang
sisi hatikupun beku
Dingin dan mati
Ach langkahku yang kaku
cintaku yang gugur satu satu
Tak kudapati cinta sejatiku
Pada titik nadirku
Menyapu peluh
menelaah isi Hati
Pandanganku kabur mengubur waktu
Kerontangnya menjemput
Di bilik waktu yang merapat.
Sebening embun aku tunggu
pada Ujung waktu
Tak kunjung datang
sisi hatikupun beku
Dingin dan mati
Ach langkahku yang kaku
cintaku yang gugur satu satu
Tak kudapati cinta sejatiku
Minggu, 02 Desember 2012
Ruang waktu
Separuh Cintaku yang pergi
Meninggalkan pedih
hingga goresan luka tak penah bisa terhapus
walau oleh waktu
Terlalu singkat Untuk aku mengubur luka
dalam....
Sang waktu yang bertandang
Tak pernah memberi ruang
Hingga aku bebas
Agar tak lagi mengurungku
pada setiap kesedihan yang panjang,
karena kamu...
Cinta PertamakuRabu, 28 November 2012
Marah
Marahku emosiku
Menjulangkan Sisi Penatku
Pada Waktu yang tak bersahabat
Menelanjangi Ego
aaaccchhhhhhhh
brengsek......
aku hanya benci
pada sang waktu
jelujur lidahku panas
umpatanku
sampai akhirnya
aku terbujur kaku
oleh diammu
oooh sang waktu
Menjulangkan Sisi Penatku
Pada Waktu yang tak bersahabat
Menelanjangi Ego
aaaccchhhhhhhh
brengsek......
aku hanya benci
pada sang waktu
jelujur lidahku panas
umpatanku
sampai akhirnya
aku terbujur kaku
oleh diammu
oooh sang waktu
Ijinkan
Memburu sang waktu
Mengejar sejumput angan
Menuai harap
Ijinkan aku mencintaimu
Membuaimu lewat surga waktu
Menahan angan berlabuh rindu
Jika harapmu jatuh
Menahan kan tentang rasa
Aku adalah sang angan
Merentang di titik nadir
Menghembus perlahan
Tinggalkan asa yang tertinggal
Dalam dekap Hangatmu,
Hujan itu menepiskan ke angkuhanku pada dingin,
Hingga Pelukmu menyertakan kehangatan,
Teramat dalam...
dan tak pernah kuasa aku untuk melepaskan,
Hujan Itu menepiskan semua keraguan keraguanku, pada dinginku
Hingga aku dapatkan dekapanmu, menghangatkan jiwaku.
dan beku hatiku perlahan jatuh ...
Sampai ke titik jenuhku
Bila saja musim berlalu,
aku tak akan kuasa untuk meluruhkan Hasratku,
Didinding waktu,Ijin kan aku untuk ,meraih hangatmu,
Dalam Imajinasiku, Duhai mentari pagiMu,
Hingga Pelukmu menyertakan kehangatan,
Teramat dalam...
dan tak pernah kuasa aku untuk melepaskan,
Hujan Itu menepiskan semua keraguan keraguanku, pada dinginku
Hingga aku dapatkan dekapanmu, menghangatkan jiwaku.
dan beku hatiku perlahan jatuh ...
Sampai ke titik jenuhku
Bila saja musim berlalu,
aku tak akan kuasa untuk meluruhkan Hasratku,
Didinding waktu,Ijin kan aku untuk ,meraih hangatmu,
Dalam Imajinasiku, Duhai mentari pagiMu,
Kamis, 30 Agustus 2012
Pujangga hati
Jeruji hatiku luruh
Hanya ada sebentuk rasa yang tak kuasa berlalu
Hela napas aroma napas mu masih terasa
menenggelamkanku pada sudut dan terpuruk
berusaha bangkit
kalimat demi kalimat ku rangkai
kamu adalah imajinasi
hingga setiap bait puisiku
selalu terpatri
tentang semua rindu rinduku
hingga ku ukir dalam namamu
kamu pujangga hatiku
Sabtu, 05 Mei 2012
Catatan Hati
Deru hati dan geloranya
Membungkam sejuta rasa
Dibilik Rindu kutebarkan hasrat
Ingin merindumu..namun tak pernah tergapai.
pasrahku.....
jemputlah rindumu,
Hingga bisa aku relakan kamu pergi
terbanglah dan gapai cintamu yang lain
Namun....Seringlah bertandang
agar aku tak pernah merasa sendiri
Namun...keteguhanku adalah dilema
Yang membungkusku pada kelam
Sebersit harap yang telah ku tanam, subur
Aku tak pernah lupa untuk memupuknya.
Hingga saat ini....
Bilik rinduku tumbuh dan berkembang
Asaku yang tak pernah pudar...
dalam sepi malam yang ku lewati
selalu ada hangat senyummu
aacchhh .......
Biarlah ku kubur bersama sang waktu
Hanya ada sedikit catatan hati
Bilik Rinduku terpatri namamu...
Kamu Cinta pertamaku
Membungkam sejuta rasa
Dibilik Rindu kutebarkan hasrat
Ingin merindumu..namun tak pernah tergapai.
pasrahku.....
jemputlah rindumu,
Hingga bisa aku relakan kamu pergi
terbanglah dan gapai cintamu yang lain
Namun....Seringlah bertandang
agar aku tak pernah merasa sendiri
Namun...keteguhanku adalah dilema
Yang membungkusku pada kelam
Sebersit harap yang telah ku tanam, subur
Aku tak pernah lupa untuk memupuknya.
Hingga saat ini....
Bilik rinduku tumbuh dan berkembang
Asaku yang tak pernah pudar...
dalam sepi malam yang ku lewati
selalu ada hangat senyummu
aacchhh .......
Biarlah ku kubur bersama sang waktu
Hanya ada sedikit catatan hati
Bilik Rinduku terpatri namamu...
Kamu Cinta pertamaku
Minggu, 29 April 2012
Hati yang Rindu
Rinduku terbentang waktu
Pada lajur hati
Mengurainya
Hingga pertemuan itu ..penuh makna
Tak kuasa air mata rindu menetes
Menjelmakan pada hasrat hati
Ingin tetap merengkuhnya
Namun tak kuasa,
Ingin Tetap memilikinya
Namun tak akan bisa
Di dinding waktu aku goreskan
Di bilik hati tetap tersimpan sejuta kenangan
Seperti itulah cintaku bersemayam
Pada lajur hati
Mengurainya
Hingga pertemuan itu ..penuh makna
Tak kuasa air mata rindu menetes
Menjelmakan pada hasrat hati
Ingin tetap merengkuhnya
Namun tak kuasa,
Ingin Tetap memilikinya
Namun tak akan bisa
Di dinding waktu aku goreskan
Di bilik hati tetap tersimpan sejuta kenangan
Seperti itulah cintaku bersemayam
Senin, 09 April 2012
Dilema Rindu
Aku
yang teronggok seperti pasir
Yang akan rata saat tersapu gelombang pasang
Aku bak daun yang kuning mengering
Tersapu angin jatuh dan siap membusuk.
Mengelanakan hati yang resah,
Gelisahpun Tak tentu arah,
Menelantarkan waktu yang bertandang.
Hingga detak jam yang berdentang.
Semua terselimuti rindu yang kupasrahkan
Hingga di penghujung usiaku,
Tak terelakan menggelayuti setiap ruas nadi dan napas ku
Kamu seperti hantu yang menakutkan.
Namun terkadang hadir seperi pangeran.
Semu wajah ku yang kuyu mengingatmu
Akan rindu di sukmaku,
Untuk kamu ......
Cinta Pertamaku.
Yang akan rata saat tersapu gelombang pasang
Aku bak daun yang kuning mengering
Tersapu angin jatuh dan siap membusuk.
Mengelanakan hati yang resah,
Gelisahpun Tak tentu arah,
Menelantarkan waktu yang bertandang.
Hingga detak jam yang berdentang.
Semua terselimuti rindu yang kupasrahkan
Hingga di penghujung usiaku,
Tak terelakan menggelayuti setiap ruas nadi dan napas ku
Kamu seperti hantu yang menakutkan.
Namun terkadang hadir seperi pangeran.
Semu wajah ku yang kuyu mengingatmu
Akan rindu di sukmaku,
Untuk kamu ......
Cinta Pertamaku.
Rabu, 04 April 2012
Cerita Malam
Bercerita tentang malam
Kelam, Dingin dan sunyi
Ingin selalu mendekapnya
Merebahkan seluruh raga
Melepaskan penatnya
Bercerita tentang malam
Ingin selalu merangkulnya
Melepas rindu dalam buaian
Melupakan semua sisa kenangan
Dalam tidur panjang
Hingga esok pagi bertandang
Senin, 02 April 2012
Salam RIndu
Semilir angin yang menyapa
Menghantarkan rindu yang bertandang
Aku masih enggan memejamkan mata
Untuk tetap melewati masa bersamamu,
Untuk tetap melewati senyummu
sampai bila saatnya datang,
Kamu pergi menjauh,
Bebas dan Lepas,
Tak bisa kurengkuh,
Namun bila kamu berlalu,
Akan tetap kutitip salam Rindu
Agar kamu akan tetap dalam rengkuhan ku
Pulanglah dan bertandanglah setiap waktumu
Wahai Cinta Pertamaku,
Menghantarkan rindu yang bertandang
Aku masih enggan memejamkan mata
Untuk tetap melewati masa bersamamu,
Untuk tetap melewati senyummu
sampai bila saatnya datang,
Kamu pergi menjauh,
Bebas dan Lepas,
Tak bisa kurengkuh,
Namun bila kamu berlalu,
Akan tetap kutitip salam Rindu
Agar kamu akan tetap dalam rengkuhan ku
Pulanglah dan bertandanglah setiap waktumu
Wahai Cinta Pertamaku,
![]() |
Minggu, 01 April 2012
Menunggu
Berharap pada ruang waktu
Menit hingga jam yang kulewati
Hanya menyisakan kenangan
Ingin menguburnya
Namun wajahmu selalu saja hadir
Disini di titik nadir
Bila saja ruang rindumu menyapa
Aku akan siap menghantarmu
Datanglah padaku
Pada sisi rindu
Di penantianku
Lelaplah di peraduanmu
Menit hingga jam yang kulewati
Hanya menyisakan kenangan
Ingin menguburnya
Namun wajahmu selalu saja hadir
Disini di titik nadir
Bila saja ruang rindumu menyapa
Aku akan siap menghantarmu
Datanglah padaku
Pada sisi rindu
Di penantianku
Lelaplah di peraduanmu
Minggu, 25 Maret 2012
Menuai Malam
Mungkin akan kamu sebut malam,Bila matahari sudah mulai tenggelam,
Dan cahaya redup lampu pun sudah mulai dinyalakan.
Gemintang yang mulai bertandang,
kerlipnya sudah mulai bersinar,
Rembulan mulai mengintip,
Perlahan mulai menampakkan sinarnya,
Saat semilir angin mulai terasa menusuk,
Dingin yang kita rasakan,
Hingga tulang kita mulai meringkuk,
uurrrggggghhhhh
gemelutuk gigi yang bertaut,
Sampai ketulang sumsum yang kita rasakan,
Namun heningnya malam tak ingin aku tinggalkan
Mari kita menuai malam,
Menautkan hati dan perasaan,
Karena saat fajar datang
Kamu sudah berlalu,
Dan cahaya redup lampu pun sudah mulai dinyalakan.
Gemintang yang mulai bertandang,
kerlipnya sudah mulai bersinar,
Rembulan mulai mengintip,
Perlahan mulai menampakkan sinarnya,
Saat semilir angin mulai terasa menusuk,
Dingin yang kita rasakan,
Hingga tulang kita mulai meringkuk,
uurrrggggghhhhh
gemelutuk gigi yang bertaut,
Sampai ketulang sumsum yang kita rasakan,
Namun heningnya malam tak ingin aku tinggalkan
Mari kita menuai malam,
Menautkan hati dan perasaan,
Karena saat fajar datang
Kamu sudah berlalu,
Isi Hati
Menelantarkan sang waktu,
Tak ada irama jelas namun berasa gundah
Aku Ingin menjamahmu lewat sang waktu,
Mengurai isi hati,
satu persatu,
ketika Halimun hatiku gelisah,
Harapan ku Tinggi,,
Jauh di lubuk hati,,
Ingin rasanya jumpa,
Melepas Rindu,
Waktu yang ku giring hingga separuh usiaku,
Tetap setia menuntunku,
Berharap jauh,
Biar ku Simpan,
Namun,
Bila saja angin menuntun mu,
Bertandanglah,
Akan aku Ceritakan padamu.
Tentang Sebuah perjalanan nasib,
Tentang sebuah hati
Karena lelahnya menunggu,
Just For u
Tak ada irama jelas namun berasa gundah
Aku Ingin menjamahmu lewat sang waktu,
Mengurai isi hati,
satu persatu,
ketika Halimun hatiku gelisah,
Harapan ku Tinggi,,
Jauh di lubuk hati,,
Ingin rasanya jumpa,
Melepas Rindu,
Waktu yang ku giring hingga separuh usiaku,
Tetap setia menuntunku,
Berharap jauh,
Biar ku Simpan,
Namun,
Bila saja angin menuntun mu,
Bertandanglah,
Akan aku Ceritakan padamu.
Tentang Sebuah perjalanan nasib,
Tentang sebuah hati
Karena lelahnya menunggu,
Senin, 19 Maret 2012
Pada Buaian Malam
Tidurlah sayang dalam gulita malam
Kuhantarkan kamu dalam peraduan
kubuai engkau dalam nada rindu
agar tak ada lagi rasa sendiri yang mendera
pada setiap waktu yang tersisa
Tidurlah sayang dalam Sunyinya malam
Rebahlah dan kubuai
Dengan nyanyian malam yang syahdu
Agar tak lagi kamu rasakan kepenatan
pada setiap jengkal kelelahan.
Menghantarkan mu
Menghanyutkan mu
Membuai mu
Terbangkanlah ragamu
Lepaskan Penatmu
Lupakan Keletihanmu
Pada Buaian malam
Kuhantarkan kamu dalam peraduan
kubuai engkau dalam nada rindu
agar tak ada lagi rasa sendiri yang mendera
pada setiap waktu yang tersisa
Tidurlah sayang dalam Sunyinya malam
Rebahlah dan kubuai
Dengan nyanyian malam yang syahdu
Agar tak lagi kamu rasakan kepenatan
pada setiap jengkal kelelahan.
Menghantarkan mu
Menghanyutkan mu
Membuai mu
Terbangkanlah ragamu
Lepaskan Penatmu
Lupakan Keletihanmu
Pada Buaian malam
Minggu, 18 Maret 2012
Labirin Hatiku
Frasa cintaku menguatkan angan
Waktu yang kita hadapi seperti menyisakan kenangan,
Dalam perjalanan panjang yang usang
Namun senyummu masih tersimpan rapi,
Pada dinding hati,
Menjelma disetiap sudut hati,
Aku yang tak kuasa menahan rindu,
Terlampau jauh terasa menjamahmu
Hanya ku simpan. di labirin hatiku,
Kungkap lewat rasa ku bingkiskan
Untuk aku persembahkan
Agar fatamorgana hatimu tak lagi kelam,
Waktu yang kita hadapi seperti menyisakan kenangan,
Dalam perjalanan panjang yang usang
Namun senyummu masih tersimpan rapi,
Pada dinding hati,
Menjelma disetiap sudut hati,
Aku yang tak kuasa menahan rindu,
Terlampau jauh terasa menjamahmu
Hanya ku simpan. di labirin hatiku,
Kungkap lewat rasa ku bingkiskan
Untuk aku persembahkan
Agar fatamorgana hatimu tak lagi kelam,
Sabtu, 17 Maret 2012
Penantian terakhirku
Menjulururkan waktu di setiap hari yang aku lewati,
Penat raga, Penat Jiwa,
Bilakah musim berkembang akan berlalu
Dan kuncup nya mulai gugur ...
Meraba hariku lewat lagu yang aku dendangkan
Agar harap yang dapat aku tuai
Pada Asa, pada Rindu yang tak berkesudahan
Untaian kalimat rindu yang aku tebarkan
Akankan jatuh perlahan dan hilang?
Aku tak inginkan itu berlalu
Aku ingin selalu menuai asaku
Kelak suatu saat di entah kapan
Dia akan datang,
Hingga batas di penantian panjangku
Karena kamu adalah jiwaku,
Penantian terkahir untuk kamu...
Cinta pertamaku.
Penat raga, Penat Jiwa,
Bilakah musim berkembang akan berlalu
Dan kuncup nya mulai gugur ...
Meraba hariku lewat lagu yang aku dendangkan
Agar harap yang dapat aku tuai
Pada Asa, pada Rindu yang tak berkesudahan
Untaian kalimat rindu yang aku tebarkan
Akankan jatuh perlahan dan hilang?
Aku tak inginkan itu berlalu
Aku ingin selalu menuai asaku
Kelak suatu saat di entah kapan
Dia akan datang,
Hingga batas di penantian panjangku
Karena kamu adalah jiwaku,
Penantian terkahir untuk kamu...
Cinta pertamaku.
Kamis, 15 Maret 2012
Mengharap Rindu
Pelangi hatimu pucat kelelahan
menjuntaikan angan
meluruhkan imaginasi rindu.
meleburnya bersama sang waktu
Ingin aku bangun menara rindu
jauh nya sampai kepuncak tak tergapai
pelangi hatimu pucat kelelahan,
meleburkan asa
menuangkan sang waktu pada kanvas hati,
ingin aku melabuhkan rindu di pantai harap,
agar tepinya tak akan terlihat,
Pelangi hatimu bak lembayung senja
Memahat pada putaran waktu,
Menghantarkan keperaduan rindu,
Agar dapat kamu rasakan kedamaian,
yang akan selalu bertandang.
menjuntaikan angan
meluruhkan imaginasi rindu.
meleburnya bersama sang waktu
Ingin aku bangun menara rindu
jauh nya sampai kepuncak tak tergapai
pelangi hatimu pucat kelelahan,
meleburkan asa
menuangkan sang waktu pada kanvas hati,
ingin aku melabuhkan rindu di pantai harap,
agar tepinya tak akan terlihat,
Pelangi hatimu bak lembayung senja
Memahat pada putaran waktu,
Menghantarkan keperaduan rindu,
Agar dapat kamu rasakan kedamaian,
yang akan selalu bertandang.
Senin, 12 Maret 2012
Cerita Hujan
Hujan bawa kegundahan
Seribu rasa yang tersimpan dalam
Menuaikan harapku....
Rasa yang terpendam
Menghanyutkan pada Rindu
Yang tak pernah sampai
Hujan bawa sejuta Rasa
Seribu rahasia yang terpendam dalam
Menuaikan mimpiku yang tak pernah usai
Dan tak pernah berakhir manis
Hingga.....
Rasaku
Menggelembungkan harapku
Menjatuhkan nya disudut waktu
Ingin ku bagi ceritaku
meluruhkan bebanku
Bilamana derai hujan melelehkan
Seluruh asa yang terpendam
Agar kamu tau jiwa ku
Sarat akan Rindu
Minggu, 11 Maret 2012
Membalut kesedihan mu
Aku larut dengan kesedihan hatimu
Sayang tatap mata hatimu
Ingin ku bingkiskan sebuah hati ku
Walau pualam hatiku,
Tak mampu membiaskan rindu yang terpendam di hatimu
Dan tak mampu mengobati pelipur lara di dadamu.
Ingin kubisikan padamu, lelap kan lah tidurmu dalam pangkuanku
Agar aku dapat menatap wajahmu letihmu,
Aku Larut dalam kelelahan jiwa mu,
Sayang dengarkan suara jiwamu.
Ingin ku suguhkan secawan anggur kenikmatan
Agar kamu dapat melupakan kegundahan di dadamu
Walau tak dapat aku menawarkan luka di hatimu,
Dan tataplah mata batinmu,
Buyarkan semua sepi agar aku bisa bersandar dipundakmu
Aku hanya ingin mencumbu sang waktu bersamamu,
menautkankan raga menelantarkan kerontang hatimu
Tegarlah sayang,
Bangkitlah sayang,
agar raga dan jiwa mu tetap ada pada sukmaku.
Sayang tatap mata hatimu
Ingin ku bingkiskan sebuah hati ku
Walau pualam hatiku,
Tak mampu membiaskan rindu yang terpendam di hatimu
Dan tak mampu mengobati pelipur lara di dadamu.
Ingin kubisikan padamu, lelap kan lah tidurmu dalam pangkuanku
Agar aku dapat menatap wajahmu letihmu,
Aku Larut dalam kelelahan jiwa mu,
Sayang dengarkan suara jiwamu.
Ingin ku suguhkan secawan anggur kenikmatan
Agar kamu dapat melupakan kegundahan di dadamu
Walau tak dapat aku menawarkan luka di hatimu,
Dan tataplah mata batinmu,
Buyarkan semua sepi agar aku bisa bersandar dipundakmu
Aku hanya ingin mencumbu sang waktu bersamamu,
menautkankan raga menelantarkan kerontang hatimu
Tegarlah sayang,
Bangkitlah sayang,
agar raga dan jiwa mu tetap ada pada sukmaku.
Kamis, 08 Maret 2012
Rabu, 07 Maret 2012
Catatan harian ke 41
Tatap mata hatimu sayang...
Tanyakan dan benar benar kamu rasakan...
Apakah kamu bisa dapat pahami...
Seutas rasa sayang yang sudah kamu tabur itu tulus?
Ijinkan mata bathinku menjamah waktu yang tersisa,
ingin mendekap rasa dalam keletihan panjangmu...
Buaikan dalam seluruh rasa yang terpendam
hingga bebas jiwamu dari kemelut yang berkepanjangan
Buaikan dalam seluruh rasa yang terpendam
hingga anganmu bukan sekedar harap..
Namun, bila harapmu terhenti,
bersandarlah di pundakku...
tersenyumlah....
masih ada asa asa yang lain....
Agar dian hatimu tetap purnamaa.....
Just for u....
Senin, 05 Maret 2012
Rinduku
Tapak kaki ku kelu...sarat akan rindu
Membelai kabut yang semakin temaram
Menggunungkan gumpalan rindu
Tak dapat pernah kujamah hari ..bersama mu
Mendiamkan ku Kaku.....
Terbujurku...pada kerinduanku.
Ingin..kusemaikan pada angin....agar sampai
tak pelak ku coba ...namun...ragu
suatu saat...ingin...kulayarkan...rinduku...
pada pelabuhan hatimu......
Membelai kabut yang semakin temaram
Menggunungkan gumpalan rindu
Tak dapat pernah kujamah hari ..bersama mu
Mendiamkan ku Kaku.....
Terbujurku...pada kerinduanku.
Ingin..kusemaikan pada angin....agar sampai
tak pelak ku coba ...namun...ragu
suatu saat...ingin...kulayarkan...rinduku...
pada pelabuhan hatimu......
Rabu, 18 Januari 2012
Catatan harian ke 39
Ribuan jarak waktu telah aku tapaki
Namun Rinduku selalu membelenggu
Sebuah rahasia bathin
Tak akan pernah bisa aku pungkiri
Menggelembungkan hasrat
Ingin ku sibak naluri hatiku yang fana
Menjuntaikan rinduku di setiap kalimat
Meluruhkan Asa pada setiap bentang waktu
Namun Rinduku selalu membelenggu
Sebuah rahasia bathin
Tak akan pernah bisa aku pungkiri
Menggelembungkan hasrat
Ingin ku sibak naluri hatiku yang fana
Menjuntaikan rinduku di setiap kalimat
Meluruhkan Asa pada setiap bentang waktu
Selasa, 03 Januari 2012
Catatan Harian ke -38
Aku akan katakan padamu sebuah kebenaran
Tentang perasaan cinta yang berkepanjangan
Membelenggu raga dan perasaan
Melumpuhkan imaginasi
Meletakan kelelahan pada sudut hati
Tak pernah ada kata bimbang.
Walau ribuan badai ulahmu menyudutkanku
Pada situasi yang sulit...namun
Ketegaran bathinku adalah penjelasan tanpa kata
Berjuta harap sudah aku labuhkan
Menjunjung lingkaran rindu yang tertanam
Kokoh berakar pada bait hati
Seandainya saat ini ingin kamu temui aku
Pada dermaga rindu..
Ketuklah dan bukalah pintu hatimu
Aku akan ada di sana dengan sejuta Asa
Hanya ada senyum yang bisa aku urai
Membimbingmu meniti rindu
Pada Ruang di mana rindu telah berpatri.
Senin, 02 Januari 2012
Catatan harian ke 37
Tampang lusuhmu dapat aku baca
Dapatkah kamu bercerita
Hanya untuk berbagi ...
Mengurangi beban dan penatnya hatimu
Coba lihatlah bilik hatimu yang lelah
Menggelembungkan hasratku
Hingga mengerut Nuranimu
Biarkan sejengkal kesedihanmu kita jatuhkan
Perlahan.....perlahan......
Agar bisa dapat kurasakan hangat senyummu
Menangislah di pundakku
Hingga kering air mata sedih mu
Dan ku usapkan perlahan Air mata kesedihan terdalam
Lepaskan penatmu
Hingga Hanya dapat tergantikan oleh tawa
Aku ingin kembalikan keceriaan mu
Saat rentang tanganku ingin menggapaimu
Agar dapat kamu rasakan ke tenangan
Minggu, 01 Januari 2012
Catatan ke - 36
Menyapamu hanya lewat mimpi
pada puing rindu
di kedalaman hati yang tak pernah aku ukur
Nuansa hatimu masih tetap sama tak ubah
Tanpa expresi, datar, Dingin dan kaku.
Ribuan mil perjalanan cintaku,
Tak pernah meninggalkan bekas yang dalam
Hampa tak ada secuilpun tersisa.
bila saja rentang waktu yang panjang itu
kuisi dengan goresan pena hati,
yang selalu bercerita
Harapan dan Do'a ku di cinta pertamaku.
Seutas tali, raga sukma yang kerontang
Menjelmakan haus akan kasihmu
menjerit, letih, teronggok seperti,
Sekumpulan daun kering yang siap membusuk
itulah ragaku....
Pada pertikaian hati.....
Mencoba bangkit dan lari dari kenyataan
Tak pernah berujung pada waktu
Mengingat mu adalah Dilema bagiku,
Melepas kan mu adalah kematian bagiku,
pada puing rindu
di kedalaman hati yang tak pernah aku ukur
Nuansa hatimu masih tetap sama tak ubah
Tanpa expresi, datar, Dingin dan kaku.
Ribuan mil perjalanan cintaku,
Tak pernah meninggalkan bekas yang dalam
Hampa tak ada secuilpun tersisa.
bila saja rentang waktu yang panjang itu
kuisi dengan goresan pena hati,
yang selalu bercerita
Harapan dan Do'a ku di cinta pertamaku.
Seutas tali, raga sukma yang kerontang
Menjelmakan haus akan kasihmu
menjerit, letih, teronggok seperti,
Sekumpulan daun kering yang siap membusuk
itulah ragaku....
Pada pertikaian hati.....
Mencoba bangkit dan lari dari kenyataan
Tak pernah berujung pada waktu
Mengingat mu adalah Dilema bagiku,
Melepas kan mu adalah kematian bagiku,
Langganan:
Postingan (Atom)












