pada puing rindu
di kedalaman hati yang tak pernah aku ukur
Nuansa hatimu masih tetap sama tak ubah
Tanpa expresi, datar, Dingin dan kaku.
Ribuan mil perjalanan cintaku,
Tak pernah meninggalkan bekas yang dalam
Hampa tak ada secuilpun tersisa.
bila saja rentang waktu yang panjang itu
kuisi dengan goresan pena hati,
yang selalu bercerita
Harapan dan Do'a ku di cinta pertamaku.
Seutas tali, raga sukma yang kerontang
Menjelmakan haus akan kasihmu
menjerit, letih, teronggok seperti,
Sekumpulan daun kering yang siap membusuk
itulah ragaku....
Pada pertikaian hati.....
Mencoba bangkit dan lari dari kenyataan
Tak pernah berujung pada waktu
Mengingat mu adalah Dilema bagiku,
Melepas kan mu adalah kematian bagiku,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar