Senin, 30 Desember 2019
surat hati pada Raga
Sabtu, 29 Juni 2019
Kado sederhana
Deru waktu yang kian meronta
Gemuruh nya terdengar sampai ke penjuru rasa
Aku berharap tak ada ruang tersisa
Belasan ribu menit yang telah terlewat
Gemelutuknya menghujam ke dasar jiwa
Aku ingin mengungkapkan kalimat sederhana,
Dalam perjalanan waktu yang semakin tersisa
Di usia mu yang tiada lagi muda
Cinta ini bait kalimat penuh makna
Selamat bertambah usia
Rindu yang basah
Jika gemericik air mampu menghujam rindu rinduku yang basah,
Aku terdiam dalam hening,
Seperti kapal kehilangan arah,
Aku yang terbiasa di buai nada,
Suaramu syahdu,
Menjulurkan perlahan kekakuan dalam tali kasih sederhana
Bila senja berlalu pada gulita malam dan angin semilir perlahan mengusap luka.
Kamu adalah secercah pelita,
Bait rindu syahdu sudah di tabuhkan,
Irama nya sampai ke ujung jalan hati terdalam
Bulir rindu mu pun perlahan merasuk ke sukma raga,
Aku lunglai tak berdaya
Aku melukiskan kalimat cinta sederhana,
Pada baitnya ku tulis secercah harap
Aku melukiskan kalimat cinta sederhana
Pada baitnya ku ungkap sejuta rasa
Jika semilir angin menerpa wajah kaku mu,
Aku menitip rindu,
Dalam hening, ada hasrat sementara,
Ingin aku ungkap rasa
Aku rangkai sebuah kata dalam kalimat sarat makna
Dekat lah dan dekap lah
Dalam buaian cinta
Jika buaian cinta membuat aku lunglai tak berdaya
Aku pasrah...
Minggu, 31 Maret 2019
Janji diri
Sukma bening,
Jika nanti kamu dengarkan suara rintihan yang mengaduh,
Kesakitan yang dalam
Pada diri
Yang terbelenggu dosa
Jalan terakhir saat pulang hanya pasrah.
Berapa laknat dan sumpah serapah yang sering kamu tabur,
Pada irisan luka yang sudah menganga,
Berapa banyak mulut ke dengkian yang sudah kamu ajarkan,
Dan seberapa banyak kalimat janji dusta yang kamu tebarkan,
Tanpa sempat kamu berucap istighfar,
Sadarlah hidup dan kematian sangatlah dekat,
Semburat langit merah saga, dan tanah pekuburan sudah di persiapkan,
Pengembalian diri akan segera terhenti,
Jika hati sudah mati,
Kita hanya bisa melihat diri
Janji diri itu sudahlah pasti,
Semoga Ilahi Robby senantiasa mengampuni.
01042019 pembaringanku
Malam dalam penantian
Dalam hening
Sudah ku kirim kabar lewat bayu
Harapan ku
Jika purnama malam mampu menghapus luka
Aku menginginkan bulan selalu bertandang.
Aku melewatkan satu titik luka yang menganga,
Labirin rindu yang ku tuai
Menukik pada sebuah nadir kehidupan,
Perjalanan rahasia Ilahi
Yang tak pernah henti menjalani,
Suatu saat kabar rindu sang bayu akan hadir
Membawa secercah harap
PadaNya aku temukan pengharapan.
Jika aku ingin selalu bercinta dengan Rabbku
Aku tak akan perduli dengan siapapun yang menghalangi
Malam ku dalam sujud rindu
Pada bulir tasbih selalu ku semat kan nama Mu
Kekasih hatiku
Jika penantian panjang tak pernah usai
Pada sang kematian yang pasti bertandang,
Istighfar dalam napas Panjang.
garuda,eer30032019
Kamis, 28 Maret 2019
Sepenggal kisah rindu
Sepenggal kisah
Menemukan sang pujangga hati
Dalam diam, hening dan bisu
Aku temukan dirimu
Di sisi sudut hati terdalam
Biru nya rindu menepis luka berkepanjangan
Jika balutan rindu menebarkan waktu
Aku akan berusaha bertandang
Ya... aku butuh hangatmu
Jika secangkir kopi dan senyum manis mu menggeliat kan rindu rindu ku yang terpendar
Kini menyatu ....
Akhir nya aku temukan dirimu dalam suatu waktu
Hadirlah selalu dalam setiap ruang rindu ku
Diam lah dan menetapkan di ruang terdalam sudut hatiku.
Dalam diam ingin ku untaikan rasaku
Aku mencintaimu
Rabu, 27 Maret 2019
Menunggu rindu
Berhari aku lukis rindu
Dalam awan biru yang ku tulis dalam qalbu
Aku biarkan kesahajaanmu
Mengelayuti rindu rindu
PadaNya aku titipkan harap
Bila saatnya tiba
Puisi puisi yang sudah aku tuliskan pada tiang tiang dinding di pojok kamarku
Akan aku persembahkan pada mu
Terima kasih sudah menunggu rindu
Walau panjang jalannya
Bukan pada hela an napas yang basah.
Saat bercerita aku di beranda pada pojok sudut bangku panjang di sisi pelataran
Selalu cerita rindu yang bersemayam
Biarkan saja senandung nya membelah jiwa,
Dan perlahan kutinggalkan
Diam, bisu, dan syahdu.
Sabtu, 23 Maret 2019
Rindu
Pada tanah basah itu aku bisikan kerinduan,
Teruslah menjamu rindu yang syahdu,
Semilir angin syahdu membawa pesan,
Aku hanya diam dan kaku setelah menyadari,
Saat itu kamu telah berlalu pergi,
Tanah basah yang dingin membisikkan perlahan,
Dia akan menunggu mu,