Dan cahaya redup lampu pun sudah mulai dinyalakan.
Gemintang yang mulai bertandang,
kerlipnya sudah mulai bersinar,
Rembulan mulai mengintip,
Perlahan mulai menampakkan sinarnya,
Saat semilir angin mulai terasa menusuk,
Dingin yang kita rasakan,
Hingga tulang kita mulai meringkuk,
uurrrggggghhhhh
gemelutuk gigi yang bertaut,
Sampai ketulang sumsum yang kita rasakan,
Namun heningnya malam tak ingin aku tinggalkan
Mari kita menuai malam,
Menautkan hati dan perasaan,
Karena saat fajar datang
Kamu sudah berlalu,





