Aku membawa api cinta yang membara,
Pada biduknya aku sematkan ke agungan sang Kuasa,
Di tebing tebing rindu, ku cakar dengan jemari hati.
Bisikan sang kekasih yang datang dan berlalu,
Aku sempatkan membuka semua lembaran hati,
Utk kamu tambat kan perahu rindu,
Sebelum sampai ke tambatan karam,
Diam ku ... hanya kutulis pada hujan yang berderai basah.
Marah ku ... hanya ku simpan pada teriknya sang fajar esok lusa,
Biar saja berlalu bersama bayu,
Biarkan gemuruh rindu menggelepar tersimpan dalam penerbangan terakhir,
Akan aku ukir bersama awan awan yang putih, bergelombang, dan jatuh bersama rinai hujan saat tak dapat lagi membendung marah,
tetap tersimpan rapat jauh pada tempat sunyi bernama kematian,
Perjalanan eer25102019