Kamis, 25 Oktober 2018

Biduk rindu yang basah

Aku membawa api cinta yang membara,
Pada biduknya aku sematkan ke agungan sang Kuasa,
Di tebing tebing rindu,  ku cakar dengan jemari hati.
Bisikan sang kekasih yang datang dan berlalu,
Aku sempatkan membuka semua lembaran hati,
Utk kamu tambat kan perahu rindu,
Sebelum sampai ke tambatan karam, 
Diam ku ... hanya kutulis pada hujan yang berderai basah.
Marah ku ... hanya ku simpan pada teriknya sang fajar esok lusa, 

Biar saja berlalu bersama bayu,
Biarkan gemuruh rindu menggelepar tersimpan dalam penerbangan terakhir, 
Akan aku ukir bersama awan awan yang putih, bergelombang, dan jatuh bersama rinai hujan saat tak dapat lagi membendung marah,
tetap tersimpan rapat jauh pada tempat sunyi bernama kematian,

Perjalanan  eer25102019

Minggu, 21 Oktober 2018

Cinta di Muharam


Muharam ini kotaku sayang
Hujan merajam pada tanah 
Menyemai daun dan bunga bunga

Aku berdiri di kotaku sayang
Dengan mawar ditangan
Pada cinta biru yang   wangi

Aku mendekap kotaku sayang
Seerat dekapan kekasih
Sebinar mata kekasih

Muharam kotaku sayang
Ada janji yang terucap
Nun jauh diupuk Allah

Rahmah
Rahmah
Rahmah
Cintaku yang biru menderu
Rindu itu mendekapku

12.29.