Rabu, 24 November 2021

Jingga

Jingga aku menantimu
Di ujung waktu jelang malam
Menepis kabut dalam riuh 
Gemuruh ombak membuyarkan
Aku terdiam

Jingga aku mengharapmu
Di senja yang malu malu
Semburat nya merona
Cantik pada pancaran rupa
Tak kuasa menahan rasa
Inilah Anugrah tercipta.

Jingga aku merindumu
Tak bisa aku lupakan pesona
Tergambar indah
Tak ingin kamu berlalu pergi
Walau sekejap 
Ingin ku paguti rindu ku 

Jingga teramat indah diri mu


Eer25112021


Senin, 30 Desember 2019

surat hati pada Raga

Surat hati pada raga

Ssstttt diam tak perlu bicara
Turuti saja ... ach aku harus bicara
Selalu saja ada pertentangan padahal maknai saja.
Dear raga Kamu harus sadari mana yang hak dan mana yang hanya sebuah Hawa
Jika selalu saja bertanya hati yang selalu berujar
Renungkan lah dalam lihat ke dasar
Getaran mana yang paling dalam
Pandang pandanglah pada akal 
Mana kebajikan dan mana yang sekedar rasa

Dear raga.....Tak akan main lagi logika berpikir 
Camkan saja itu ...
Simpan dalam dalam pada pojok manapun
Dan rasakan dalam mana sebuah kebenaran.
Cobalah sabar 
Hembuskan napas dalam dalam dan rasakan
Dia ada bukan tiada 
Dia ada dan bukan tiada
DIa ada dan bukan tiada 
Apakah samar kamu rasa atau Nyata?
Itu adalah KuasaNya.

 Dear Raga ... kamu tiadalah kuasa 
Jika tanpa nyawa 
Banyaklah istugfar..jangan menzalimi diri sendiri
Sudahlah saat nya untuk bertaubat.
Semoga Istiqomah dalam tindakan
Agar husnul khotimah saat di tinggalkan.

Sabtu, 29 Juni 2019

Kado sederhana

Deru waktu yang kian meronta
Gemuruh nya terdengar sampai ke penjuru rasa
Aku berharap tak ada ruang tersisa
Belasan ribu menit yang telah terlewat
Gemelutuknya menghujam ke dasar jiwa
Aku ingin mengungkapkan kalimat sederhana,
Dalam perjalanan waktu yang semakin tersisa
Di usia mu yang tiada lagi muda
Cinta ini bait kalimat penuh makna

Selamat bertambah usia

Rindu yang basah

Jika gemericik air mampu menghujam rindu rinduku yang basah,
Aku terdiam dalam hening,
Seperti kapal kehilangan arah,
Aku yang terbiasa di buai nada,
Suaramu syahdu,

 
Menjulurkan perlahan kekakuan dalam tali kasih sederhana
Bila senja berlalu pada gulita malam dan angin semilir perlahan mengusap luka.
Kamu adalah secercah pelita,
Bait rindu syahdu sudah di tabuhkan,
Irama nya sampai ke ujung jalan hati terdalam
Bulir rindu mu pun perlahan merasuk ke sukma raga,
Aku lunglai tak berdaya

Aku melukiskan kalimat cinta sederhana,
Pada baitnya ku tulis secercah harap

Aku melukiskan kalimat cinta sederhana
Pada baitnya ku ungkap sejuta rasa

Jika semilir angin menerpa wajah kaku mu,
Aku menitip rindu,

Dalam hening, ada hasrat sementara,
Ingin aku ungkap rasa

Aku rangkai sebuah kata dalam kalimat sarat makna

Dekat lah dan dekap lah
Dalam buaian cinta

Jika buaian cinta membuat aku lunglai tak berdaya
Aku pasrah...


Minggu, 31 Maret 2019

Janji diri

Sukma bening,
Jika nanti kamu dengarkan suara rintihan yang mengaduh,
Kesakitan yang dalam
Pada diri
Yang terbelenggu  dosa
Jalan terakhir saat pulang hanya pasrah.
Berapa laknat dan sumpah serapah yang sering kamu tabur,
Pada irisan luka yang sudah menganga,
Berapa banyak mulut ke dengkian yang sudah kamu ajarkan,
Dan seberapa banyak kalimat janji dusta yang kamu tebarkan,
Tanpa sempat kamu berucap istighfar,
Sadarlah hidup dan kematian  sangatlah dekat,
Semburat langit merah saga, dan tanah pekuburan sudah di persiapkan,
Pengembalian diri akan segera terhenti,
Jika hati sudah mati,
Kita hanya bisa melihat diri
Janji diri itu sudahlah pasti,
Semoga Ilahi Robby senantiasa mengampuni.

01042019 pembaringanku

Malam dalam penantian


Dalam hening
Sudah ku kirim kabar lewat bayu
Harapan ku
Jika purnama malam mampu menghapus luka
Aku menginginkan bulan selalu bertandang.
Aku melewatkan satu titik luka yang menganga,
Labirin rindu yang ku tuai
Menukik pada sebuah nadir kehidupan,
Perjalanan rahasia Ilahi
Yang tak pernah henti menjalani,
Suatu saat kabar rindu sang bayu akan hadir
Membawa secercah harap
PadaNya aku temukan pengharapan.
Jika aku ingin selalu bercinta dengan Rabbku
Aku tak akan perduli dengan siapapun yang menghalangi
Malam ku dalam sujud rindu
Pada bulir tasbih selalu ku semat kan nama Mu
Kekasih hatiku
Jika penantian panjang tak pernah usai
Pada sang kematian yang pasti bertandang,

Istighfar dalam napas Panjang.

garuda,eer30032019

Kamis, 28 Maret 2019

Sepenggal kisah rindu

Sepenggal kisah
Menemukan sang pujangga hati
Dalam diam, hening dan bisu
Aku temukan dirimu
Di sisi sudut hati terdalam
Biru nya rindu menepis luka berkepanjangan
Jika balutan rindu menebarkan waktu
Aku akan berusaha bertandang
Ya... aku butuh hangatmu
Jika secangkir kopi dan senyum manis mu menggeliat kan rindu rindu ku yang terpendar
Kini menyatu ....
Akhir nya aku temukan dirimu dalam suatu waktu
Hadirlah selalu dalam setiap ruang rindu ku
Diam lah dan menetapkan di ruang terdalam sudut hatiku.
Dalam diam ingin ku untaikan rasaku
Aku mencintaimu