Minggu, 25 November 2018

Waktu

Bila saja kidung hati luruh dalam gulitanya malam,
Aku merunduk sepi, menelaah sang waktu yang bertandang,
Ku hitung setiap deru napas yang basah,
Menjunjung sukma berbalut raga,
Dalam gulita malam nan kelam,
Menunggu waktu di perempatan jalan kehidupan,
Berusaha ku bersihkan jelaga jelaga kehidupan yang suram.
Rindu Akan kebahagiaan yang hakiki.
Sejumput waktu yang bertandang menukik perlahan membasuh setiap luka yang menganga,
Kata ikhlas tertanam dalam luka yang menganga,
Perih karena belati sampai menusuk ke jantung hati,
Jika kata kata sang sufi adalah sabar tiada bertepi, 
Adalah diam dalam kenyataan hidup yang hakiki,
Senyumku yang beku , dan ragaku yang kaku, akan mencair sampai dalam batas waktu,
Suatu ketika,....
Kidung rinduku hanya pada sang Ilahi Rabbi ku,

Eer, 25112018

Sabtu, 17 November 2018

Jiwa yang luka

Lirih suara hati menangis
Kamu tau....jika duka terdalam adalah tersakiti
Seperti melambung dan terhempas dalam lubang terdalam... sakiiit....perih
Kesedihan itu ibarat luka yang tersayat sayat  tinggal menunggu nyawa meregang
Luka terdalam adalah sebuah dusta yang terpendam

Kamis, 25 Oktober 2018

Biduk rindu yang basah

Aku membawa api cinta yang membara,
Pada biduknya aku sematkan ke agungan sang Kuasa,
Di tebing tebing rindu,  ku cakar dengan jemari hati.
Bisikan sang kekasih yang datang dan berlalu,
Aku sempatkan membuka semua lembaran hati,
Utk kamu tambat kan perahu rindu,
Sebelum sampai ke tambatan karam, 
Diam ku ... hanya kutulis pada hujan yang berderai basah.
Marah ku ... hanya ku simpan pada teriknya sang fajar esok lusa, 

Biar saja berlalu bersama bayu,
Biarkan gemuruh rindu menggelepar tersimpan dalam penerbangan terakhir, 
Akan aku ukir bersama awan awan yang putih, bergelombang, dan jatuh bersama rinai hujan saat tak dapat lagi membendung marah,
tetap tersimpan rapat jauh pada tempat sunyi bernama kematian,

Perjalanan  eer25102019

Minggu, 21 Oktober 2018

Cinta di Muharam


Muharam ini kotaku sayang
Hujan merajam pada tanah 
Menyemai daun dan bunga bunga

Aku berdiri di kotaku sayang
Dengan mawar ditangan
Pada cinta biru yang   wangi

Aku mendekap kotaku sayang
Seerat dekapan kekasih
Sebinar mata kekasih

Muharam kotaku sayang
Ada janji yang terucap
Nun jauh diupuk Allah

Rahmah
Rahmah
Rahmah
Cintaku yang biru menderu
Rindu itu mendekapku

12.29.

Rabu, 26 September 2018

Lelaki ku dan secangkir kopi.

Suatu ketika kita bercengkrama riang,
Aku yang selalu menyuguhkan secangkir kopi,
Saat ini ada hal berbeda
Tak ku temui aroma tubuhnya,
Bingung entah kapan terakhir kalinya aku menyapa dan menatap wajahmu,
Lelaki ku ....
Sikap mu kaku dan dingin
Padahal selalu saja aku ingin memberikan pelukan hangat, ber manja dan menceritakan sesuatu kejadian hari ini dari pagi hingga sore.
Lelaki ku....
Sikap mu aneh dan wajahmu yang biasanya ceria berubah menakutkan,
Aku tak pernah lagi bisa mengenalimu,
Bahkan aku tak biasa lagi berbagi cerita dengan mu,
Lelaki ku,....
Jika saja setumpuk beban kerja yang sedang kau pikul saat ini,
Dan beratnya hidup di luar sana yang menyita waktu mu,
Belajarlah untuk ikhlas agar beban yang ada di pundak terasa ringan,
Lelaki ku,....
Belajarlah sabar, agar semua beban yang telah menghimpit mu hilang,
Lepaskan tawa mu wahai lelaki ku,
Tersenyum lah, sapa lah cinta mu, raih dan bimbing lah aku dengan kelembutan mu,
Agar kita tak pernah kehilangan waktu untuk bercengkrama setiap sore dengan suguhan secangkir kopi,
Hingga kita lupa bahwa uban di kepala kita penuh dan melihat riang nya cucu cucu kita bermain, menikmati kebersamaan.

ER26092019 garuda 537 bjm to jakarta

Rabu, 19 September 2018

Perjalanan rindu

Dalam gerimis hujan
Erat kudekap jemari
Jantung berdegup
Ada bahagia ada kekasih

Riak sungai Barito
Junjung buih datang
Mengucap selamat
Menabur kembang wangi

Aduhai engkau datang
Dalam timbunan harap
kelam jadi cahaya
Kujemput bahagia di matamu.

Selasa, 18 September 2018

Hujan Rindu

Aku meliuk berjalan
Dalam rinai hujan
Basah dan dingin
Kekakuan yg datang tiada seberapa
Terobati dengan kedatanganmu
Aku yg selalu ingin men cumbu waktu.
Memagut waktu yang kian berjalan
Dalam rinai hujan yang basah.

Sabtu, 15 September 2018

HUMA DITEPI HUTAN


Tiba malam
Setangkai bunga
Kuselipkan diberanda

Sesudah itu
Kususuri jalan setapak
Menuju Huma di batas hutan

Sepanjang jalan aku menabur doa
Disaksikan kunang-kunang dan jerit Karariang
Berharap kau duduk diberanda sebelum fajar

Dan setangkai bunga
Masih segar dibawah kelopak berembun
Tanda rindu jauh di pulau

sbd1  April 2018

Kamis, 13 September 2018

Perjalanan dalam rindu

Jika sudah kau sematkan rindu,
Aku serasa tak betah di negeri orang,
Yang entah dari mana saja asalnya.
Ingin saja aku terbangkan sayapku menuju kampung halamanku,
Ingin kembali pulang,

Jika saja sudah kamu sematkan rindumu,
Ingin aku berlari mendekapmu
Walau hanya mengungkapkan sejuta makna,
Menerbitkan kekakuan yang dalam pada tirani besi rindu yang memantri.

Jika sudah kamu sematkan rindumu pada setiap tiang  di sudut kamar tidurmu,
Aku tak betah tidak selalu berada di sisimu,
Ingin kusudahi kepergianku,
perjalanan ini begitu membosankan.

Rabu, 12 September 2018

Perjalanan dalam rindu

Jika sudah kau sematkan rindu,
Aku serasa tak betah di negeri orang,
Yang entah dari mana saja asalnya.
Ingin saja aku terbangkan sayapku menuju kampung halamanku,
Ingin kembali pulang,

Jika saja sudah kamu sematkan rindumu,
Ingin aku berlari mendekapmu
Walau hanya mengungkapkan sejuta makna,
Menerbitkan kekakuan yang dalam pada tirani besi rindu yang memantri.

Jika sudah kamu sematkan rindumu pada setiap tiang  di sudut kamar tidurmu,
Aku tak betah tidak selalu berada di sisimu,
Ingin kusudahi kepergianku,
perjalanan ini begitu membosankan.