Surat hati pada raga
Ssstttt diam tak perlu bicara
Turuti saja ... ach aku harus bicara
Selalu saja ada pertentangan padahal maknai saja.
Dear raga Kamu harus sadari mana yang hak dan mana yang hanya sebuah Hawa
Jika selalu saja bertanya hati yang selalu berujar
Renungkan lah dalam lihat ke dasar
Getaran mana yang paling dalam
Pandang pandanglah pada akal
Mana kebajikan dan mana yang sekedar rasa
Dear raga.....Tak akan main lagi logika berpikir
Camkan saja itu ...
Simpan dalam dalam pada pojok manapun
Dan rasakan dalam mana sebuah kebenaran.
Cobalah sabar
Hembuskan napas dalam dalam dan rasakan
Dia ada bukan tiada
Dia ada dan bukan tiada
DIa ada dan bukan tiada
Apakah samar kamu rasa atau Nyata?
Itu adalah KuasaNya.
Dear Raga ... kamu tiadalah kuasa
Jika tanpa nyawa
Banyaklah istugfar..jangan menzalimi diri sendiri
Sudahlah saat nya untuk bertaubat.
Semoga Istiqomah dalam tindakan
Agar husnul khotimah saat di tinggalkan.