Rinduku terbentang waktu
Pada lajur hati
Mengurainya
Hingga pertemuan itu ..penuh makna
Tak kuasa air mata rindu menetes
Menjelmakan pada hasrat hati
Ingin tetap merengkuhnya
Namun tak kuasa,
Ingin Tetap memilikinya
Namun tak akan bisa
Di dinding waktu aku goreskan
Di bilik hati tetap tersimpan sejuta kenangan
Seperti itulah cintaku bersemayam
Minggu, 29 April 2012
Senin, 09 April 2012
Dilema Rindu
Aku
yang teronggok seperti pasir
Yang akan rata saat tersapu gelombang pasang
Aku bak daun yang kuning mengering
Tersapu angin jatuh dan siap membusuk.
Mengelanakan hati yang resah,
Gelisahpun Tak tentu arah,
Menelantarkan waktu yang bertandang.
Hingga detak jam yang berdentang.
Semua terselimuti rindu yang kupasrahkan
Hingga di penghujung usiaku,
Tak terelakan menggelayuti setiap ruas nadi dan napas ku
Kamu seperti hantu yang menakutkan.
Namun terkadang hadir seperi pangeran.
Semu wajah ku yang kuyu mengingatmu
Akan rindu di sukmaku,
Untuk kamu ......
Cinta Pertamaku.
Yang akan rata saat tersapu gelombang pasang
Aku bak daun yang kuning mengering
Tersapu angin jatuh dan siap membusuk.
Mengelanakan hati yang resah,
Gelisahpun Tak tentu arah,
Menelantarkan waktu yang bertandang.
Hingga detak jam yang berdentang.
Semua terselimuti rindu yang kupasrahkan
Hingga di penghujung usiaku,
Tak terelakan menggelayuti setiap ruas nadi dan napas ku
Kamu seperti hantu yang menakutkan.
Namun terkadang hadir seperi pangeran.
Semu wajah ku yang kuyu mengingatmu
Akan rindu di sukmaku,
Untuk kamu ......
Cinta Pertamaku.
Rabu, 04 April 2012
Cerita Malam
Bercerita tentang malam
Kelam, Dingin dan sunyi
Ingin selalu mendekapnya
Merebahkan seluruh raga
Melepaskan penatnya
Bercerita tentang malam
Ingin selalu merangkulnya
Melepas rindu dalam buaian
Melupakan semua sisa kenangan
Dalam tidur panjang
Hingga esok pagi bertandang
Senin, 02 April 2012
Salam RIndu
Semilir angin yang menyapa
Menghantarkan rindu yang bertandang
Aku masih enggan memejamkan mata
Untuk tetap melewati masa bersamamu,
Untuk tetap melewati senyummu
sampai bila saatnya datang,
Kamu pergi menjauh,
Bebas dan Lepas,
Tak bisa kurengkuh,
Namun bila kamu berlalu,
Akan tetap kutitip salam Rindu
Agar kamu akan tetap dalam rengkuhan ku
Pulanglah dan bertandanglah setiap waktumu
Wahai Cinta Pertamaku,
Menghantarkan rindu yang bertandang
Aku masih enggan memejamkan mata
Untuk tetap melewati masa bersamamu,
Untuk tetap melewati senyummu
sampai bila saatnya datang,
Kamu pergi menjauh,
Bebas dan Lepas,
Tak bisa kurengkuh,
Namun bila kamu berlalu,
Akan tetap kutitip salam Rindu
Agar kamu akan tetap dalam rengkuhan ku
Pulanglah dan bertandanglah setiap waktumu
Wahai Cinta Pertamaku,
![]() |
Minggu, 01 April 2012
Menunggu
Berharap pada ruang waktu
Menit hingga jam yang kulewati
Hanya menyisakan kenangan
Ingin menguburnya
Namun wajahmu selalu saja hadir
Disini di titik nadir
Bila saja ruang rindumu menyapa
Aku akan siap menghantarmu
Datanglah padaku
Pada sisi rindu
Di penantianku
Lelaplah di peraduanmu
Menit hingga jam yang kulewati
Hanya menyisakan kenangan
Ingin menguburnya
Namun wajahmu selalu saja hadir
Disini di titik nadir
Bila saja ruang rindumu menyapa
Aku akan siap menghantarmu
Datanglah padaku
Pada sisi rindu
Di penantianku
Lelaplah di peraduanmu
Langganan:
Postingan (Atom)




